Kominfo saring lebih dari 2 ribu berita hoaks selama 10 bulan terakhir

Kominfo saring lebih dari 2 ribu berita hoaks selama 10 bulan terakhir

Kominfo saring lebih dari 2 ribu berita hoaks selama 10 bulan terakhir

Elshinta.com – Berita hoaks yang berhasil disaring oleh Kementerian Komonikasi dan Informatika (Kominfo) RI melalui mesin pengais (Crawling) selama sepuluh bulan terakhir mulai Agustus 2018 hingga Mei 2019 sebanyak 2,217 konten hoaks.

Berdasarkan data tersebut isu tertinggi terjadi pada bulan April 2019 dengan jumlah temuan 501 konten, kemudian dalam penjaringan isu hoaks dalam kategori politik berjumlah 746 konten, kategori pemerintah 267 konten, kategori kesehatan 233 konten, kategori fitnah 177 konten, kategori kejahatan 159 konten, dan kategori agama 110 konten.

Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Media Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi dalam materi seminarnya bertajuk “Cegah dan Tangkal Berita Hoax Melalui Literasi Media” di salah satu hotel di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menyampaikan, masifnya beredar berita hoaks karena ditunjang tingkat budaya membaca masih rendah.

Dirinya menilai masyarakat lebih banyak menerima berita instan tanpa berusaha mencerna informasi yang didapatkannya, dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

“Dalam keterlibatan media baru berupa media sosial (medsos) telah memberikan kemudahan kepada masyarakat berkomunikasi dengan jaringan internet baik berupa WhatsApp, Line, Facebook, IMO, Telegram dan lainnya”, kata Gun Gun Siswadi.

Sementara itu, Asosiasi Penyelengga Jasa Internet Indonesia (APJll) memaparkan dari data populasi penduduk Indonesia sebanyak 264 juta jiwa terdapat 17.117 penduduk sudah tersambung dengan internet.

Kata Gun Gun Siswadi literasi media dapat dilakukan dengan beberapa strategi contohnya: Above line yaitu bekerja sama dengan media elektronik media cetak dan lainnya; True the linemelalui media sosial membuat video, grafis, infografis dan motion grafis; dan Below the linemelalui jaringan bioskop. Dengan ini strategi media untuk mengedukasi masyarakat dalam mengurangi berita hoaks.

 

Sumber : https://ngelag.com/