KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

Tak dapat ditepis bahwa era globalisasi

akan masuk ke Indonesia terutama dibidang perekonomian negara baik makro maupun mikronya dengan adanya kerjasama, kesepakatan G20 yaitu kerjasama bangsa – bangsa di bidang perekonomian untuk mewujudkan perekonomian tampaknya akan mempercepat proses globalisasi masuk ke negara Indonesia, padahal indonesia belum siap untuk menangkal dampak negatif yang akan dihasilkan dari globalisasi itu sendiri.

Dan dibidang ekonomi dapat terselenggaranyya perdangangan bebas yang dapat memicu kalah bersaingnya produk – produk dalam negeri karena produk asing gencar masuk kei Indonesia dengan kualitas barang yang sama dan harga lebih murah daripada produk dalam negeri kita.

Faktanya Sumber Daya Manusia (SDM) kita belum siap menerima semua hal itu, karena faktor pendidikan kita yang belum matang sampai saat ini, hal itu dapat juga memicu kita akan tersingkir dari perdagangan bebas,Baru – baru ini saja pemerintah mengimpor barang komoditi berupa kentang, beras dari luar negeri, itu menggambarkan belum siapnya kita menghadapi era perdagangan bebas atupun globalisasi.

Untuk itu kita perlu menangkal semua dampak negatif yang dihasilkan dari proses globalisasi dengan cara kembali lagi ke konsep utama perekonomian kita yaitu ekonomi kerakyatan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, dengan cara itulah kita dapat mengurangi dampak negatif globalisasi.

Contoh nyata adalah lewat koperasi atau perkoperasian

koperasi diharapkan dapat membantu ekonomi rakyat secara menyeluruh dengan dibangun secara kekeluargaan atau secara bersama – sama. Apalagi diIndonesia saat ini usaha kecil lah yang menopang perekonomiaan kita (mikro ekonomi) dibanding makronya, tetapi pengusaha – pengusaha kecil kita biasanya terbentur oleh permodalannya yang kecil dan belum bisa mengembangkan usahanya karena keterbatasan wawasan, ide kreatif ataupun ide imajinatifnya.

Apabila pemerintah serius menangani permasalahan ini,sedikit demi sedikit ekonomi kita akan berkembang dan tumbuh,dengan melakukan pemberdayaan usaha kecil dan memberikan pelatihan cara berusaha yang benar dengan pendidikan berwawasan teknologi, pendidikan manajemen, dan memberikan informasi akses pasar, akses faktor produksi secara merata bukan hanya di kota – kota besar melankan juga di pelosok pedesaan.

Kembali kemasalah koperasi, dengan dibangkitkan lagi perkoperasian kitayang akan menghasilkan produksi – produksi produk yang berkualitas, kita mampu menjalankan roda perekonomian kita,walaupun kecil tapi apabila tersebar diseluruh Indonesia pasti akan mendapatkan posisi tawar menawar yang sangat kuat dalam pasar perdagangan bebas dan kemungkinan besar produk – produk yang dihasilkan koperasi/KUD yang tersebar di seluruh Indonesia akan diekspor ke manca negara dan menguasai pasar.

Dan jika sumber daya manusia kita ditingkatkan mutu dan kualitasnya dengan pelatihan kerja, pendidikan manejemen, pendidikan bisnis, pendidikan teknologi dan bahasa asing tidak menutup kemungkinan SDM kita dapat bersaing pada era globalisasi dan menbantu kestabilan ekonomi dengan pendapatan perkapita rata – rata tinggi.

 

Masalah – masalah pokok yang dihadapi koperasi :

  1. Masalah kelembagaan koperasi
  2. Kelembagaan belum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha
  3. Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik
  4. Masalah – masalah dalam usaha koperasi :
  5. Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkan kegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia.
  6. Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tataniaga yang efektif dan efisien, baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokok para anggotanya.
  7. Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratan lunak untuk mengembangkan usaha, terutama yang menyangkut kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota, di luar kegiatan program pemerintah. Selain itu koperasi masih belum mampu melaksanakan pemupukan modal sendiri yang mengakibatkan sangat tergantung pada kredit dari bank walaupun biayanya lebih mahal.
  8. Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi dan kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki.
  9. Belum terciptanya pola dan bentuk – bentuk kerjasama antara koperasi dengan BUMN dan swasta.

Beberapa hal yang harus diperbaiki dalam koperasi :

  1. Bagaimana fleksibilitas kelembagaan koperasi dalam mengantisipasi dinamika perubahan akibat globalisasi.
  2. Bagaimana pembinaan dan pengembangan manajemen koperasi berdasas pengembangan sistem informasi
  3. Bagaimana memanfaatkan perkembangan informasi teknologi untuk penerangan, penyuluhan, pendidikan dan latihan perkoperasian
  4. Bagaimana pengawasan koperasi dalam era transparasi dan bertanggung jawab
  5. Bagaimana peningkatan dan pengembangan kesempatan usaha bagi koperasi dalam era pasar bebas.
  6. Bagaimna peningkatan dan pengembangan struktur permodalan
  7. Bagaimanaa peningkatan dan pengembangan kerjasama usaha dalam rangka membangun sistem jaringan usaha yang strategis.

 Program Penelitian dan Pengembangan Koperasi, meliputi:

1)     Peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan, yang meliputi seluruh aspek pengembangan perkoperasian melalui pendekatan interdisipliner dan lintas sektoral yang terkoordinasi dan terintegrasi.

2)     Pengkajian dan perumusan pengetahuan perkoperasian dalam rangka penyusunan keilmuan koperasi, sebagai bahan pengajaran ilmu koperasi dalam pendidikan formal.

3)     Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan perkoperasian untuk memberikan masukan yang diperlukan bagi penyusunan pola pengembangan koperasi serta persiapan langkah-langkah bagi usaha membangun koperasi.

4)     Mengembangkan berbagai pola dan perangkat pembangunan koperasi baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang meliputi aspek-aspek manajemen personil, permodalan dan perkreditan, produksi serta pemasaran.

5)     Mengkaji proyek rintisan/percontohan dalam rangka memperoleh sistem dan peralatan teknis yang belum dijadikan pola atau sistem operasional.

6)     Mengembangkan pusat dokumentasi ilmiah dan informasi perkoperasian yang didukung oleh sistem dan jaringan informasi yang menyeluruh dan terpadu, guna memonitor dan mengevaluasi berbagai perkembangan pembangunan koperasi serta dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya.

7)     Meningkatkan kerjasama koperasi dengan lembaga-lembaga pendidikan, penelitian, pengembangan dan pengkajian baik di lingkungan pemerintah maupun swasta.

8)     Meningkatkan partisipasi para pengelola koperasi di daerah-daerah sebagai unsur penunjang penelitian dan pengembangan koperasi dalam menciptakan keselarasan dan keserasian antara pendekatan atas bawah (top-down approach) dalam pembangunan koperasi.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/