Langkah-langkah Penelitian R & D menurut Borg dan Gall

Langkah-langkah Penelitian R & D menurut Borg dan Gall

Langkah-langkah Penelitian R & D menurut Borg dan Gall

Secara ringkas langkah – langkah penelitian R & D menurut Borg dan Gall dapat diuraikan sebagai berikut.

1.    Research and Information colletion (penelitian dan pengumpulan data)

Langkah pertama ini mencakup analisis kebutuhan, penelitian pustaka, penelitian literatur, penelitian skala kecil dan standar laporan yang diperlukan. Untuk menjalankan analisis kebutuhan terdapat beberapa kriteria yang berhubungan dengan urgensi pengembangan produk dan pengembangan produk itu sendiri, juga ketersediaan SDM yang kompeten dan kecukupan waktu guna mengembangkannya. Adapun studi literatur dijalankan untuk pengenalan sementara terhadap produk yang hendak dikembangkan, dan hal ini dilaksanakan untuk mengumpulkan temuan riset dan informasi lain yang berkaitan dengan pengembangan produk yang telah direncanakan. Sedangkan riset skala kecil perlu dijalankan supaya peneliti mengetahui beberapa hal tentang produk yang hendak dikembangkan.

2.    Planning (perencanaan)

Merupakan proses penyusunan rencana penelitian, yang meliputi kemampuan – kemampuan yang dibutuhkan dalam melaksanakan penelitian, rumusan tujuan yang akan dicapai melalui penelitian tersebut, desain atau langkah – langkah penelitian, serta kemungkinan pengujian dalam ruang lingkup yang terbatas.

3.    Develop Preliminary form of Product (pengembangan draft produk awal)

Merupakan langkah yang tidak kalah penting, pada langkah ini meliputi kegiatan penentuan desain produk yang hendak dikembangkan (desain hipotetik), penentuan sarana dan prasarana penelitian yang diperlukan selama kegiatan atau proses penelitian dan pengembangan, penentuan tahap – tahap pelaksanaan pengujian desain di lapangan, dan penentuan deskripsi tugas dari pihak – pihak yang ikut terlibat di dalam penelitian ini. Termasuk juga di dalamnya antara lain, pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran serta instrumen evaluasi.

4.    Preliminary Field Testing (uji coba lapangan awal)

Langkah ke empat ini merupakan langkah pengujian produk yang telah dihasilkan secara terbatas, yakni melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk yang sifatnya terbatas, baik itu substansi desainnya maupun pihak – pihak yang ikut terlibat. Uji lapangan awal dilaksanakan secara berulang – ulang sehingga dapat memperoleh desain yang layak, baik itu substansi ataupun metodologinya. Misalnya uji ini dilaksnakan di satu sampai dengan tiga sekolah, menggunakan enam hingga 12 subjek uji coba (guru). Selama uji coba harus diadakan pengamatan atau observasi, wawancara dan juga pengedaran angket menganai kelayakan desain produk tadi. Hasil dari pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi  selanjutnya dilakukan analisis.

5.    Main Product Revision (revisi hasil uji coba)

Setelah mendapatkan hasil dari uji coba lapangan awal, maka langkah selanjutnya adalah revisi hasil uji coba. Langkah revisi hasil uji coba merupakan langkah perbaikan model atau desain berdasarakan pada hasil uji lapangan terbatas. Penyempurnaan produk awal akan dilaksanakan sesudah dilaksanakan uji coba lapangan secara terbatas. Pada tahap penyempurnaan produk awal tersebut, lebih banyak dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilaksanakan lebih pada evaluasi terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilaksanakan lebih pada hal yang bersifat perbaikan internal.

6.    Main Field Testing (uji lapangan produk utama)

Langkah uji lapangan produk utama ini, merupakan uji produk yang dilakukan secara lebih fokus terhadap hal yang meliputi uji efektivitas desain produk, uji efektivitas desain (umumnya langkah memakai teknik eksperimen model penggulangan). Hasil dari pengujian pada tahap ini yaitu diperolehnya desain yang efektif, baik itu dari sisi substansi maupun dari sisi metodologi. Misalnya, uji ini dilakukan di 5 sampai 15 sekolah dengan subjek sebanyak 30 sampai 100. Pengumpulan data mengenai dampak sebelum dan sesudah implementasi produk memakai kelas khusus, yaitu data kuantitatif penampilan subjek uji coba (guru) sebelum dan sesudah menerapkan model yang diujicobakan. Hasil-hasil dari pengumpulan data ini, selanjutnya dievaluasi dan bila memungkinkan dibandingkan dengan hasil dari kelompok pembanding.

7.    Operational Product Revision (revisi produk)

Langkah revisi produk ini, merupakan penyempurnaan produk atas hasil uji lapangan berdasarkan masukan dan hasil uji lapangan utama. Jadi perbaikan kali ini merupakan perbaikan ke dua sesudah dilaksanakannya uji lapangan yang lebih luas dari pada uji lapangan yang pertama. Penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini, akan membuat produk yang dikembangkan menjadi lebih mantap karena pada tahap uji coba lapangan sebelumnya telah dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol. Desain yang dipakai adalah desain pretest dan posttest. Disamping perbaikan yang bersifat internal, penyempurnaan produk ini juga berdasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kuantitatif.

8.    Operational Field Testing (uji coba lapangan skala luas/uji kelayakan)

Pada langkah ini sebaiknya dilaksanakan dengan skala yang besar, meliputi uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk, dan uji efektivitas dan adabtabilitas desain yang melibatkan para calon pemakai produk tersebut. Hasil dari uji lapangan berupa model desain yang sudah siap diterapkan, baik dari sisi substansinya ataupun metodologinya. Misalnya uji ini dilaksanakan di 10 sampai 30 sekolah dengan subjek sebanyak 40 sampai 200. Pengujian ini dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi dan yang kemudian hasilnya dianalisis.

9.    Final Product Revision (revisi produk final)

Langkah revisi produk final ini, merupakan penyempurnaan produk yang sedang dikembangkan. Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu guna lebih akuratnya produk yang sedang dikembangkan. Pada tahap revisi produk final ini telah diperoleh suatu produk yang tingkat efektivitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaan produk akhir mempunyai nilai “generalisasi” yang bisa diandalkan. Penyempurnaan didasarkan atas masukan atau hasil uji kelayakan dalam skala luas.

10.    Disemination and Implementasi (Desiminasi dan implementasi)

Desiminasi dan implementasi, merupakan tahap pelaporan produk kepada forum – forum profesional di dalam jurnal dan implementasi produk pada praktik pendidikan. Penerbitan produk untuk didistribusikan secara komersial maupun free guna dimanfaatkan oleh publik. Distribusi produk haruslah dilaksanakan sesudah melalui quality control. Selain itu juga harus dilakukan monitoring terhadap pemanfaatan produk oleh publik guna mendapatkan masukan dalam kerangka mengendalikan kualitas produk.


Baca Artikel Lainnya: