Merayakan Keberagaman Indonesia di Hari Film Nasional

Merayakan Keberagaman Indonesia di Hari Film Nasional

Merayakan Keberagaman Indonesia di Hari Film Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Badan Ekonomi Kreatif

(BeKraf), dan Perum Perusahaan Film Negara (PFN), menyelenggarakan konferensi pers persiapan perayaan Hari Film Nasional (HFN) 2017 di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta (6/3/2017). Tahun ini, tema yang diusung adalah “Merayakan Keberagaman Indonesia”.

“Tema yang diusung berkaitan dengan isu-isu yang terjadi dan berkembang di masyarakat yang berhubungan dengan perbedaan pendapat yang mungkin saling bertentangan. Diharapkan dengan film, masyarakat Indonesia bisa lebih menikmati keberagaman dengan merayakan keberagaman sebagai milik bersama,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka konferensi pers.

Mendikbud juga menginginkan agar HFN 2017 dijadikan momentum untuk memajukan kembali dunia pendidikan lewat film. “Perfilman merupakan industri kreatif yang dijadikan andalan untuk menopang pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung dan digunakan sebagai penjuru untuk mengembangkan serta menggairahkan kembali kehidupan kebudayaan nasional kita, dan itulah yang menjadi concern dari Kemendikbud,” kata Muhadjir.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana HFN 2017, Lasja F. Susatyo

menyampaikan, perayaan tahun ini akan dimeriahkan dengan dua momentum besar, yaitu pencapaian rekor penonton di 2016, dan pembebasan investasi asing di sektor perfilman. “Perayaan HFN 2017 (akan) diselenggarakan dengan dua momentum besar, yaitu pencapaian rekor 36 juta lebih penonton film Indonesia di bioskop pada tahun 2016 dan pembebasan investasi asing di semua sektor perfilman. Dua hal ini akan membawa perfilman Indonesia ke babak baru”, tuturnya.

Menurutnya, perkembangan perfilman di Indonesia telah nampak beberapa tahun belakangan ini. Dilihat dari sisi infrastruktur, investasi baru mulai mengalir masuk, ruang pemutaran film menjadi semakin banyak dan meluas ke seluruh Indonesia, dan platform digital untuk pemutaran film kian beragam. Di sisi konten, pusat produksi telah menyebar ke berbagai pelosok negeri, komunitas-komunitas pembuat film, yang keduanya akan melahirkan film bernarasi keberagaman masyarakat Indonesia.

Puncak acara Hari Film Nasional 2017 akan diselenggarakan di arena FILARTC

(Film & Art Celebration) yang bertempat di Kompleks Perum Perusahaan Film Negara (PFN) pada 30 Maret 2017. Tempat ini memiliki peran penting dalam sejarah bangsa dan Presiden Joko Widodo direncanakan turut hadir di sana.

Terhitung dari tanggal 30 Maret-1 April 2017, akan ada rangkaian kegiatan penayangan film di sejumlah kota, diantaranya penayangan film bertema keberagaman Indonesia di berbagai komunitas, luar negeri, jaringan bioskop, dan kereta komuter Jabodetabek, diskusi-diskusi (Film dan Sastra, Platform Digital Film, dan Animasi untuk anak), pitching pembuatan film di 10 Destinasi Wisata, Film Project Expo, dan FILARTC. (Nurhayati/Aji Shahwin)

 

Baca Juga :